Tersesat di JERMAN

Jumat, 26 November 2010

PART ONE
By : IRVANI UTAMI

Desa yang indah penuh dengan kekayaan alam. tak terkecuali desa SITUMBUAK yang tanahnya sangaaaat subur. tak heran petaninya bisa hidup dengan makmur. begitu pula MAMAN seorang petani muda, ganteng, dan pekerja keras. meski begiru, maman tergolong petani kecil karena tidak mempunyai sawah sendiri. dan ini adalah cerita seorang maman yang berusaha mempertahankan cintanya dengan SUPINAH yang terganjal karena ketidak setujuan ayahanda supinah sendiri.

Siang itu, ketika maman sedang mengerjakan sawah milik tetangganya,
supinah : Udaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!! (BRUUUK!)
              aduah!!!!
maman : baa diak??? kan lah uda kecekan, kalau jalan di pamatang sawah tu jan balari-lari,  jatuah 
             adiakkan..sikolah uda tolongan
supinah : iyo da, silau mato adiak dek mancaliak kagagahan uda tu.. bisuak-bisuak diak pakai kacomato  
            reben hitam punyo si BUYUANG dih daa..
maman : adiak ko baa ko,, kama lo painyo ka kacomato reben?? beko tambah ndak nampak jalan tu, 
             tambah jatuah lo kan..
supinah : oh iyo yo da, lupo adiak.
              iko da lunch nyo..
maman  : apo lunch tu diak? bahaso ma lo lai tu??
supinah : eh lupo adiak da.. tu bahaso rang kota.. makasuiknyo makan siang.. hehe
maman : ha? dima lo bara tu? (sambil membuka bungkusan yang di bawa supinah..)
             "ternyata lapar juga"
supinah : itu lah dek uda yang ka adiak kecekan. mamak adiak tibo santako samo bini ka-duonyo dari kota. 
             jadi, adiak saranan ancak uda capek-capeklah malamar adiak katiko mamak di rumak. soalnyo,  
             mamak tu bisa adia. ndak ka di pamasalahannyo gai uda petani tu do...
maman : tu apak adiak bapangaan? ndak mungkinlah mintak persetujuan ka mamak se .. ka rang gaek yang 
             paralu.. (sambil makan)
supinah : uda ko eh, adiak lun sudah ngecek lah bapotong! ndag masalah gai tu do,apak tu takuik jo mamak. 
             pasti manuruik se..
maman : ooo,, iyolah.. insya allah uda tibo beko malam.. bia uda baok gai pak  kiai.
Mereka pun bercakap-cakap sampai waktu mengharuskan supinah untuk pulang..

Malam ini, adalah malam yang paling bersejarah untuk maman. dia harus bisa menaklukkan hati mamak supinah agar bisa menjdikan wanita yang dicintainya ini menjadi istrinya.

dirumah gadang..
maman dan pak kyai : assalamu'alaikum..
pak RAHMAD (ayah supinah) : wa'alaikum salam.. eh ado pak kyai mah. ado apo tu kamari?
pak kyai : iko da ha. 
       (maman memperlihatkan dirinya yang sedari tadi "mandok" di punggung pak kyai)
       (wajah pak rahmad langsung garang) 'bayangkan pak taswar sedang marah'
pak rahmad : masuak lah pak kyai..
       ATUUUUUUUUUN/ibu supinah (berteriak). buekan minum untuak tamu wak gai.
pak ALAM (mamak supinah) : eh ado tamu mah.. duduak pak..
maman : mokasih pak.
pak Rahmad  : jadi, ado gerangan apo pak kyai tibo ko.??
(pak kyai melirik maman)
maman : maaf sabalumnyo pak rahmad jo pak alam. ambo ka siko nak malamar nak gadih pak Rahmad  
      supinah. ambo minta maaf kalau ambo ko lancang. dan pak kyai ambo baok sabagai saksi.
(pak rahmad melirik pak alam)

Pak Alam diam seribu basa. sementara maman, tubuhnya sudah penuh dengan keringat dingin menanti jawaban..

Apakah lamarannya akan diterima???? tunggu PART TWO.!!!

Teman,, tolong di kasih kritik dan sarannya ya.. thank's.. (meski judul dan cerita nya sangat  tak xambung)

Satu kesadaran selamatkan dunia

Kamis, 18 November 2010


Sampah merupakan hal yang paling sering kita jumpai. di pasar, di rumah, bahkan di bawah tempat tidur kita sendiripun ada sampah. Sampah banyak pula macamnya, ada sampah plastik, kertas, limbah dapur, pabrik dan masih banyak lagi.

Namun yang akan kita bahas disini ialah, sampah PLASTIK. kita pasti tau, plastik merupakan bahan yang sangat sulit terurai di dalam tanah. kabarnya, butuh 150 tahun untuk mengurainya menjadi minyak (mungkin). oleh karena itu, kita tidak boleh membuang sampah sembarangan apalagi jika kita membuangnya di got atau sungai. bayangkan jika satu hari, satu orang penduduk indonesia membuang satu sampah plastik ke sungai. bisa di pastikan, tidak sampai setahun, sungai - sungai di indonesia kan tertutup sampah dan setiap hujan akan terjadi banjir.

oleh karena itu, kita sebagai generasi muda yang akan memimpin Indonesia, mulailah membiasakan diri melindungi alam dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan kalau bisa sampah tersebut diolah kembali, marilah kita mengolahnya. agar di hari nanti, anak cucu kita juga dapat menikmati fasilitas yang diberikan tuhan kepada kita.


Thank's kpada pak uwo (pak yurnalis) yang telah mengingatkan kita akan pentingnya menjaga alam....



Bukti Pemuda/i Indonesia itu Peduli

Jumat, 12 November 2010

SUMPAH PEMUDA

SUMPAH PEMUDA

  • Firstly
    We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.
  • Secondly
    We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.
  •  Thirdly We the sons and daughters of Indonesia, respect the language of unity, Indonesian.
The Youth Pledge ( Sumpah Pemuda ) was a declaration made on 28 October 1928 by young Indonesian nationalists at a conference in the then-Dutch East Indies. They proclaimed three ideals, one motherland, one nation and one language.
The first Indonesian youth congress was held in Batavia, capital of the then-Dutch East Indies in 1926, but produced no formal decisions but did promote the idea of a united Indonesia. In October 1928, the second Indonesian youth congress was held at three different locations. In the first session, the hope was expressed that the congress would inspire the feeling of unity. The second session saw discussions about educational issues. In the third and final session, held at Jalan Kramat Raya No, 126, on October 28 now become Museum Sumpah Pemuda participants heard the future Indonesian national anthem Indonesia Raya by Wage Rudolf Supratman with his biola. The congress closed with a reading of the youth pledge.

Committee of Youth Pledge
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)




Application :

     Sumpah Pemuda is one important milestone for the Indonesian nation. As we know, there are three important points Sumpah Pemuda, which landed one water, one nation and one language. These three things are important factors for our country. How the spirit of youth first? How did the reality of today’s youth?
     As the name implies, the Sumpah Pemuda was formulated by the youth. They then make it as a basis for generating a sense of nationalism. The youth no longer fend for themselves, but together.
We need to know, sumpah Pemuda was not born just like that. Much of what underlies the youth is determined to unite. They do not think it will be able to make Indonesia’s independence if the fighting in their own group.
    Failure in the fight for Indonesian independence to make them aware that the sense of nationalism must be integrated. Therefore, the Youth Congress was held I and II. They become one, a “Youth of Indonesia.” 

Contrary Rear
    The spirit of unity of the youth had to be followed today’s youth. Namely, with the independence. Although I was still in elementary school, I was still young nation and future generations the ideals of the youth first.
    However, sometimes we made sad by the fact of Indonesian youth today. The spirit of the independence they are very small, sometimes even destructive. Just because a little misunderstanding, the youth can now brawl. Brawl antarpemuda not know the location and level of maturity. Rural youth with a troubled young man the other village. There is also a brawl between schools and inter. They destroy the spirit of Sumpah Pemuda.
    The problem some youth of today, not only unbridled emotion. They are also mentally selfish and preoccupied with themselves without care about the environment. They plunged themselves into a drug, rah-rah, and debauchery.
    In my opinion, today’s youth are too complacent with the existing simplicity. As a result, they fall into negative things. Instead, they use the facilities to improve the quality of self-own. 

Not All
    Fortunately, not all of today’s youth like them, who destroy themselves and their nation. There are still many future generation who still care about the environment and uphold the spirit of Sumpah Pemuda.
    There are many contemporary Indonesian youths who excel in education, sports, technology, peace, and others. For example, Maria Kristin is it the name the nation through sport badminton.
     So, the fact is there are young people today are forgetting the spirit of Sumpah Pemuda. Some are still holding firm. Who remained faithful to us support and mencontohnya. Meanwhile, those who forget, we remind you to return to the spirit of the youth first.

Pray for Indonesia

Jumat, 05 November 2010

Indonesiaku sayang, Indonesiaku malang

Begitu banyak bencana yang tengah mendera bangsa kita tercinta ini. mulai dari banjir di wasior, tsunami di mentawai hingga gunung merapi yang tengah erupsi. bahkan erupsi gunung merapi ini makin lama makin besar. korban bertambah banyak. tempat-tempat pengungsian pun makin sempit. bahan logistik menipis. belum lagi para bayi yang kekurangan makanannya..

Kita sebagai bagian dari bangsa ini patut berduka atas semua kejadian yang menimpa bangsa tercinta. Janganlah kita jadikan bencana sebagai ajang lempar tanggung jawab. mereka adalah saudara-saudara kita yang wajib dilindungi. tanpa kita siap lgi yang akan membantu mereka.

semoga korban meninggal, arwahnya di terima di sisinya. dan korban yang ditinggal mendapatkan ketabahan yang luar biasa. tunjukkan bahwa bangsa indonesia tak hnya bersatu dalam kesenangan tapi juga bersatu dalam kesusahan..

Janganlah kau takut saudaraku..
Kami disini senantiasa mendo'akanmu..
Mari maju bersama bangsaku...

By: irvani utami

Inikah???

Sekali lagi keanehan itu datang
Perasaanku menjadi aneh seaneh mungkin
ku begitu malu saat melihatmu
menatapmu saja ku tak sanggup

padahal kau adalah temanku
bahkan ku telah anggap kau shabat
meski kau tak tu itu
tapi kenapaa...

Ada saja hal dalam hatiku yang lain
yang menyuruhku untuk terus memperhatikanmu
bahkan mendekatimu
apakah ini cinta??

tapi ku harus menahan diri
agar masa depan yang telah ku rancang
tak menjadi rusak

biarlah ini kenangan yang ku simpan
agar di hari nanti ku tersenyum mengingatnya
meskipun kau tak tahu sedikitpun
tapi ku kan tetap mendo'akanmu
Semoga kau bahagia dengan hidupmu....

Secercah isi hati

Rabu, 03 November 2010

 Keanehan

Pertama kali melihatmu
aku merasa ada sesuatu yang menyuruhku
untuk mengenalmu

setelah kenal, perlahan ada lagi yang menyuruhku untuk dekat
tapi ku tak bisa
aku hanya memandangmu dari jauh

makin lama
aku mengerti
bahwa aku punya sedikit rasa untukmu
namun rasa ini hanya sebatas kagum

perlahan rasa ini makin kuat
aku pun sulit untuk mengontrolnya
tak ada yang bisa ku perbuat

bukan ku tak ingin mencintaimu
tapi ku tak bisa
cukuplah rasa kagum yang mengisi hatiku
karena waktu yang memaksa....

IRVANI UTAMI
Rabu, 03-11-2010